Parenting

Benarkah Anak yang Lahir Caesar Lebih Mudah Sakit?

Bunda, bayi yang baru lahir itu tidak bisa menghasilkan antibodinya hingga nanti usianya 6 bulan. Hal itu disebabkan sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna. Tapi setelah usianya lebih dari 6 bulan, InsyaAllah kekebalannya semakin membaik.

Jadi, bagaimana dong anak yang usianya dibawah 6 bulan? bagaimana bayi bisa bertahan dari serangan penyakit akibat bakteri atau virus?

Jawabannya adalah, Bakteri baik, tepatnya bakteri Lactobacillus. Bakteri bakteri ini bisa melindungi bayi dari berbagai macam penyakit. Bakteri baik yang ada di dalam usus sangat mempengaruhi perkembangan sel darah putih yang berfungsi sebagai pasukan penjaga tubuh dari berbagai zat asing yang masuk. Tak hanya itu, bakteri baik di usus juga bertanggung jawab atas produksi berbagai vitamin dan mineral dari hasil pencernaan.

Lantas apa hubungannya dengan melahirkan normal atau operasi?

Fakta tentang melahirkan normal dan Caesar

Lewat persalinan normal, bayi memiliki kesempatan untuk melakukan kontak langsung dengan bakteri-bakteri baik usus ibu di jalan lahir (vagina). Bakteri inilah yang nantinya akan berkembang di ususnya lalu membentuk imun tubuh.

Sedangkan bayi yang lahir dengan persalinan caesar, tidak ada kontak langsung dengan bakteri yang ada di jalan lahir karena prosesnya dilakukan dengan sangat steril.

Hal inilah yang menyebabkan anak yang lahir secara caesar lebih beresiko terkena penyakit khususnya penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan. Mungkin penyakit yang terkadang yang terkesan biasa dan sering itu penyakit sembelit, diare, kolik, gumoh, dan penyakit pencernaan lainnya.

Hal itu disampaikan oleh dokter spesialis anak, dr. Eveline pada acara Mombee, Jum’at  12 Oktober 2018 di Mall Centre point Medan.

Saya juga membaca pada situs health.detik.com, dokter Erika Isolauri, MD, D.Med. Sci, dokter anak dari Universitas Turku di Finlandia dalam acara konferensi pers Nestle Nutrition Institute di Hotel San Sari Pacific, Jakarta mengatakan bahwa “Kontraksi yang terjadi ketika melahirkan lewat vagina membuat sel-sel tubuh bayi lebih permeabel dan mudah menyerap bakteri-bakteri baik dari tubuh ibunya. Ini adalah mekanisme alam yang nampaknya merupakan proses untuk mempersiapkan bayi menghadapi lingkungan bebas yang lebih berbahaya”

Nah, itu dia materi dari beberapa sumber yang saya baca.

Apakah itu hal yang mutlak?

Menurut saya hal itu tidak mutlak ya bunda, kesehatan anak selanjutnya bisa ditentukan dari asupan makanan yang dikonsumsi bayi. Misalnya saat pemberian ASI pada bayi. Bayi yang mengonsumsi ASI tentunya mempunyai kekebalan yang lebih.

Bayi yang lahir caesar yang mengonsumsi ASI bisa saja lebih kuat dibanding bayi yang lahir normal namun meminum susu formula. Sebab ASI adalah makanan terbaik untuk anak.

Maka, gak perlu khawatir sih bunda kalau anak bunda lahirnya caesar. Saya pikir semua ibu di dunia ini khawatir kalau anaknya terserang penyakit. Termasuk saya yang lahiran normal. Karena itu semua tergantung kita dalam memberikan asupan terbaik untuk anak.

Sepenuhnya saya percaya bahwa tidak akan ada tindakan operasi caesar oleh dokter kepada seorang ibu jika tidak ada indikasi yang berarti.

Semua ibu pasti inginnya melahirkan normal, namun kondisi jua yang menentukan. Kalau kondisi anak/ibu tidak memungkinkan untuk lahiran normal, caesar adalah jalan terbaik.

Dan yang harus terus kita ingat adalah, semua ibu itu mulia. Cara melahirkan itu tidak menentukan kesempurnaan seorang ibu.

Setiap proses persalinan itu mempunyai perjuangan yang berbeda. Masing-masingnya ada resiko dan kenikmatan sakit tersendiri. Makanya selalu saya katakan, setiap ibu itu hebat.

Dan saya katakan bahwa semua perempuan itu sempurna. Baik itu dia yang diberikan banyak amanah, belum diberi amanah, diberi amanah secara normal, secara operasi, setiap perempuan itu berharga, mulia dan sempurna.

Nah, solusinya apa dong? 

Kalau menurut saya sih ya bayi itu dikasi full ASI ya bunda, asi ekslusif. Jangan dikasi apapun selain ASI, termasuk air putih. InsyaAllah anak kita kebal dari penyakit.

Ada juga yang menyarankan untuk mengonsumsi prebiotik yang mengandung bakteri baik untuk pencernaan usus anak.

Setelah anak sudah MPASI, kita berikan anak makanan yg sehat dan bergizi.

Yuk bun, saatnya kita fokus untuk terus memberikan nutrisi terbaik buat anak. Sembari terus memberikan perlindungan terbaik agar anak gak mudah terserang penyakit.

Wallahu a’lam, semoga Allah jaga anak kita semua ya bunda. Semoga anak-anak Indonesia sehat dan kuat. Aamiin..

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.